Filter  mempunyai fungsi untuk menyaring partikel dengan ukuran dan jumlah yang tidak diketahui pada suatu aliran fluida untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan tingkat kebersihan yang diinginkan dan untuk mencegah terjadinya efek berantai dari keausan mesin.

Adapun tipe filter dibedakan menjadi 2 jenis ;

1.      1. Surface Filter

Jenis filter ini untuk menyaring partikel mengandalkan pada sisi permukaan dari media filternya. Kelebihannya flow yang melewati media filter hambatannya kecil dan kekurangannya kemampuan menampung partikel yang tertangkap (Dirt holding capacity) sedikit. 

                                                                img-1450618756.jpg

Contohnya seperti filter yang menggunakan wire mesh. Dapat digunakan pada oli hidrolik maupun lubrikasi dengan viskositas rendah maupun tinggi.

2.      2. Depth Filter

Jenis filter ini menggunakan ketebalan media filternya untuk menangkap partikel. Biasanya media filternya memiliki lapisan-lapisan dengan diameter lubang yang berbeda, dari tingkatan yang kasar pada lapisan luar sampai lapisan yang halus pada bagian dalamnya sesuai dengan ukuran mikron dari filter. Kelebihan dari filter jenis ini memiliki efisiensi penyaringan yang bagus, namun kekurangannya hambatannya cukup besar jika dialiri oli. Biasanya digunakan pada oli hidrolik maupun  lubrikasi dengan viskositas rendah.

                                                              img-1450618850.jpg

Filter digunakan untuk menyaring partikel dengan ukuran tertentu pada suatu sistem hidrolik atau lubrikasi, biasanya akan tertuju pada ukuran rating mikron dari filter tersebut, misalnya digunakan filter 5 mikron. Diharapkan dengan ukuran filter 5 mikron tersebut diharapkan dapat menyaring partikel dengan ukuran 5 mikron dan ukuran diatasnya. Seberapa yakinkah kita pada kualitas penyaringan filter tersebut?

 

Hal tersebut tergantung rating dari filter media itu sendiri. Ada beberapa tingkatan/rating dari media filter yang umum diketahui :

 

1.       Nominal Rating Filter

Filter jenis ini tidak memiliki parameter dan standar yang jelas, dan kemungkinan tidak dilakukan pengujian kualitas yang standar, biasanya disampaikan oleh manufacturer memiliki kemampuan penyaringan dengan efisiensi sekian % pada ukuran partikel tertentu, misalkan kemampuan penyaringan 60% pada partikel ukuran 5 mikron.

2.       Absolute Rating Filter

Filter jenis ini memiliki ukuran lubang filter yang pasti, misalkan 5 mikron dan hampir seluruh partikel dengan ukuran 5 mikron akan tertangkap oleh filter. Filter jenis ini diuji menggunakan  standar pengujian yang baku.

3.       Beta Ratio Rating Filter

Filter jenis ini menggunakan standar pengujian yang akurat, mengacu pada ISO 16889, dimana pengujian dari filter ini dilakukan dengan menggunakan debu standar dan dimonitor jumlah partikel dari semua ukuran yang masuk ke filter dan jumlah partikel yang keluar dari filter menggunakan Automatic particle Counter.

img-1450618894.jpg

Dari gambar tersebut diketahui bahwa Beta ratio atau perbandingan jumlah partikel > = 5 micron yang masuk filter dibandingkan  jumlah partikel > = 5 micron yang keluar/lolos dari filter adalah 200 micron, sehingga filter tersebut memiliki beta ratio (β) 200 pada partikel 5 mikron, atau biasa  ditulis β5(c) = 200, (c) menunjukkan telah divalidasi berdasarkan ISO16889.



Penulis : ekowk

PT. Hamada Jaya Nusantara

Oil purifier & filtration specialist

2015

Referensi:  Pall filter, www.pall.com